Ungkap Sisi Lain Jakarta

Bila kita sering melihat gemerlap cahaya yang benderang di setiap sudut kota Jakarta saat sore hari hingga pagi hari, mungkin anda akan berminat jika berwisata di Jakarta ke sisi lainnya. Mungkin anda tahu kan ada tempat yang dibilang “kumuh’ di Jakarta? Yap, inilah wisata anti-mainstream yang mungkin bisa menggugah rasa untuk berwisata di kota Jakarta dan mengungkap sisi lainnya yang gemerlap dengan cahaya.

Sisi lain Jakarta yang terbilang kumuh diungkap didalam satu tur wisata. Penyelenggara hendak menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi pemda memandang sebagai hal negatif. Jakarta Hidden Tour digagas Ronny Poluan lalu dibantu temannya, Parlin Tampubolon 2009 lalu. Jakarta Hidden Tour jadi operatur pariwisata sisi kumuh Jakarta, dimana para turis diajak bersosialisasi serta bertukar budaya pada orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Sejak pertama didirikan, tur yang tidak biasa ini terlebih dahulu menarik perhatian turis luar negeri ketimbang turis lokal. Sampai saat ini telah seribuan lebih turis yang mengikuti Jakarta Hidden Tour dan diantaranya turis mancanegara. Pada saat ikut tur, traveler bakal diajak jalan-jalan menuju pemukiman kumuh yang jauh dari sebutan layak. Turis dari luar Jakarta menjadi tahu bagaimana kehidupan masyarakat miskin dibalik gemerlap ibukota.

Awalnya ada kira-kira 12 zona yang dapat dipilih tuk dikunjungi sepanjang tur. Seperti zona Jl Tongkol serta Pasar Ikan di Jakarta Utara. Didalam 1 zona ini emang terdiri dari sebagian spot berbeda. “Dalam 1 kali tur cuma 1 zona. dan yang saya maksudkan zona berarti ada 2 hingga 4 titik,” ujar Ronny Poluan pada perbincangan via email. Akan tetapi beberapa waktu yg lalu Pemprov DKI Jakarta sudah meratakan beberapa tempat yang biasanya dikunjungi sewaktu tur. “4 telah digusur besar-besaran,” ujar Ronny.

Keempatnya merupakan kawasan Empang, Akuarium, Velbak serta Pasar Ikan. Dengan digusurnya beberapa area tersebut, bukan artinya lantas Jakarta Hidden Tour mandeg. Masih ada zona lainnya di kawasan Jakarta Utara yang jadi destinasi tur. Meskipun orang-orang mengkategorikannya menjadi wisata kumuh, namun tentunya ada harapan mulia dari tur tersebut. Jakarta Hidden Tour disarankan untuk menjadi sarana pertukaran budaya, bersosialisasi langsung dengan masyarakat khususnya kalangan menengah bawah dan mengajari tuk saling berbagi. Para Rombongan tur biasanya membawa-bawa barang yang tuk dibagikan pada masyarakat yang tidak mampu. Misalnya peserta tur bernama Andrew dari Australia yang ikut tur bersama beberapa waktu lalu.

Selama perjalanan dimulai dari awal, ia membagikan alat2 tulis dan mainan pada anak-anak disana yang terlihat kurang mampu. Disamping itu, dari tarif tur seharga USD 50 (Rp 653.000), setengahnya disumbangkan ke masyarakat disana dalam format bantuan kesehatan, edukasi dan lainnya. Buat traveler yang berminat mencoba ikut tur, boleh periksa jadwalnya di situs Jakarta Hidden Tour. Umumnya tur dibuka pukul 12.00 WIB dan berjalan sekitar 3-4 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.